13Shares

PASURUAN – Kamis pagi yang lalu evakuasi pertolongan pertama yang di lakukan !masyarakat peduli HIV AIDS terhadap penderita di wilayah kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan menghubungi Puskesmas untuk membawa Si penderita Hiv Aids lalu dibuatkan surat rujukan ke RSUD Bangil, karena saat itu korban kondisinya sangat lemah dan dalam penanganan 4 Hari di RSUD Bangil pasien di diperbolehkan pulang karena kondisi tubuh normal sambil berobat jalan.
Masyarakat peduli HIV AIDS yang saat itu membantu Si penderita diantaranya, Wujud wibisono, Bang Jo, Anjar, Totok roy yang benar benar prihatin melihat sesosok pria penderita Hiv Aids dengan tubuh lunglai yang terkunci di dalam saat itu.

Sedangkan dari pihak pemerintahan desa setempat di duga tidak pernah ada koordinasi dengan masyarakat peduli HIV AIDS.

Memang kondisi saat ini lebih rumit lagi di bandingkan pada saat wilayah Pasuruan raya banyak founding yang turun dalam program pendampingan penderita Hiv Aids tahun 2008-2011 karena karakter dampingan prioritas kelompok resiko tinggi mudah di jangkau.

Saat ini sudah menyebar kesemua kalangan dengan latar belakang seluruh profesi yang ada di masyarakat seluruh wilayah Pasuruan.

Menurut Izam sebagai Aktivis pendamping HIV Aids hal ini disebabkan minimnya yang disampaikan pada semua lapisan masyarakat secara tepat dan benar.

Ini banyak penyebab yang mestinya harus segera ada evaluasi menyeluruh secara spesifik agar menemukan solusi strategi guna memudahkan akses layanan kesehatan di masyarakat secara maksimal , tetap menjaga norma di masyarakat, menghilangkan stigma dan diskriminasi serta memberikan support dan kemudahan akses bagi penderita.

Loading...

Sebagai Aktivis peduli HIV Aids bergerak dari hati karena sehat adalah hak, ungkapnya.  (tatak wiyono)

13Shares