Politik Balas Budi, Hebat Bimtek Para Kades Kabupaten Banyuasin di Bali

Politik Balas Budi, Hebat Bimtek Para Kades Kabupaten Banyuasin di BalPuluhan Kepala desa Kecamatan Pulau Rimau Kabupaten Banyuasin Sumsel Berpoto Di Tempat Alternatif Wisata Pulau Dewata Bali

BANYUASIN,TRIBUNUS.CO.ID – Waw,.Waw…luar biasa para kepala desa-kepala desa Kecamatan Pulau Rimau Kabupaten Banyuasin Sumsel, seperti kita lihat Poto diatas tadi , mendapat fasilitas cukup mewah menghabiskan waktu sepekan di pulau Dewata Bali.

Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan Dari pengalaman masyarakat Banyuasin sudah tiga kali melaksanakan pemilihan Kepala daerah (Pilkada) Keuangan dan Kas daerah jebol habis terkuras tinggal pemerintah daerah melalui kebijakan kebijakan nya dan tangan tangannya untuk memeras hingga ampas harta kekayaan dan masyarakat kabupaten Banyuasin Ucap Petua Kabupaten Banyuasin iaitu,Salam Mudin.selasa (31/07)

Mana ada lagi yang namanya Hak Asasi dan hak masyarakat Adat mana ada lagi yang mendengar teriakan teriakan masyarakat kecil tercekik dan kejepit demi mempertahankan kelangsungan hidupnya,bebernya.

Sama halnya Politik Balas Budi yang aleh-aleh bimtek Para Kepala desa di Kabupaten Banyuasin di terbangkan ke Pulau dewata Bali Untuk menghabiskan Waktu sepekan menikmati hasil kemenangan Sang Bupati Terpilih sungguh luar biasa penguasa Banyuasin Pak Salam Mudin pun mempertanyakan itu biaya dari mana DPPKAD Banyuasin tanyanya.

Sementara kondisi Kabupaten Banyuasin Suda dua hingga Tiga tahun ini bisa dibilang sama sekali tidak ada bangunan Infrastruktur yang ada hanya endus endusan modus peralihan kekuasaan segala apa yang dapat dipetik dan di comot disikat seperti Uang makan para pegawai Pemkab Banyuasin sudah 2 tahun ditiadakan Tidak adanya bangunan Fisik.

Tahun Pertama 2016 tidak ada hujan tidak ada angin eh seiring dengan isu defisit anggaran turunnya Besaran Transfer dari pusat yg hanya selisihnya dari tahun kemaren2 hanya Rp 35.M. dengan itu juga isu utang Pemkab Banyuasin Sebesar Rp 170.M. terhadap Pihak Ketiga Memangnya siapa benar orang nya (pihak Ke 3 itu) ,

Lalu disambung kannya Dana desa dari APBD yang sudah tertuang di dalam RPJMD Banyuasin raib digondol pengebted dana Aspirasi eh ganti nama menjadi Pira dan dimana Uangnya dan Bangunannya perekonomian masyarakat Banyuasin yang saat ini sangat kritis (2,5%) keluh kecewah terlihat di muka lelaki separuh baya ini.

Loading...

Masyarakat Petani yang berjuang demi kehidupannya pun luput dari perhatian harga benih dan pupuk racun harganya di pasaran suda tidak terjangkau lagi
Selama 16 tahun Kabupaten Banyuasin berdiri Semenjak Bupati Ir. SA. Supriono.MM ini la yang sangat Terburuk dan Hancur diman hukum tidak ada perlakuan karena sang Panglima memberikan Aba aba bermodalkan Penghargaan dan Sertifikat The Best.jelasnya (rn)