Polres Jember Berhasil Bekuk Komplotan Pencopet Dalam Bis Antar Kota

JEMBER, TRIBUNUS-ANTARA.COM – Polres Jember berhasil ungkap kasus komplotan Copet yang biasa beroperasi dalam bus, berkat informasi dari masyarakan, ketiga tersangka yang berinisial MH (20 tahun) sebagai kondektur warga Kenjeran, Surabaya, MZ (20 tahun) sebagai kernet warga Bangsal, Jember, dan HS (35 tahun) sebagai sopir bus P.O Restu warga Rambipuji, Jember. Berhasil kita amankan serta barang buktinya. Selasa (27/3/18)

“Hari ini Polres Jember ungkap kasus komplotan pencurian di dalam bus, yang pelakunya adalah sopir, kondektur dan kernet,” kata Kapolres AKBP. Kusworo Wibowo SH., SIK., MH.

Modus yang dilakukan oleh tersangka adalah kondekturnya menghalang-halangi ketika penumpang bus itu mau keluar, sedangkan kawannya yang berada dibelakangnya udah mengambil dompet kemudian di oper dan sampai jatuh ke tangan sopir.

Dari tangan tersangka kita amankan barang bukti yakni Satu pucuk senjata api (Senpi), satu butir amunisi dan sebuah Hp SAMSUNG C.9 PRO GOLD, ungkapnya

Peristiwa ini bisa kami ungkap berdasarkan informasi dari masyarakat dan kami melakukan penyelidikan dan kami amankan ketiga tersangka beserta barang buktinya, ujarnya.

Ketiga tersangka berinisial MH, MZ dan HS ini kita amankan. Ketiga tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP pencurian dengan pemberatan ancaman hukuman 7 tahun penjara, sedangkan HS ini adalah sopir yang mana, yang bersangkutan selain kita kenakan pasal 363 KHUP pencurian dengan pemberatan juga kita jerat dengan undang-undang No 12 tahun 1951 “Kepemilikan Senjata Api” dengan ancaman hukumannya 7 tahun dan 20 tahun, tegas Kapolres

Loading...

Yang bersangkutan membeli Senpi tersebut kepada temannya di Kalimantan dengan harga 100. 000, senjata rakitan itu dimiliki sejak bulan Januari tahun 2018, dan yang bersangkutan mengaku senjata itu untuk berjaga-jaga saja, ungkapnya. (Nang)