0Shares

NGAWI, TRIBUNUS-ANTARA.COM – Peringatan hari Tuberkolusis se Dunia (HTBS) Selasa 27 Maret 2018 di puskesmas teguhan kecamatan paron kabupaten Ngawi berlangsung semarak. Acara tahunan yang d gelar pemkab Ngawi melalui dinas Kesehatan (dinkes) Ngawi tersebut dilakukan melalui pengobatan gratis yang melibatkan puluhan tenaga medis yang ada di kabupaten Ngawi.

Acara tuberkolusis sedunia(HTBC) dilaksanakan di daerah untuk menarik minat warga terhadap penyakit yang membahayakan itu karena panitia menyediakan dorpris 6 ekor kambing dan puluhan ayam kampung. Hadir juga orang nomor satu di ngawi Budi sulistyono selaku bupati Ngawi yang mengatakan kambing dan ayam yang diberikan tidak seberapa ke warga tapi selaku peserta pengobatan gratis yang sifatnya untuk mengenal tentang penyakit tuberkolusis(TB),karena banyak warga di daerah itu terkena TB di ngawi. Untuk meminimalisir penyakit TB perlu adanya langkah yang kongkret dan terpadu seperti pembentukan kader pencegahan penyakit yang di akibatkan virus tuberkolusis.

Dinkes Ngawi berperan aktif melakukan sosialisasi terhadap penderita TB karena target kementrian kesehatan terkait deteksi dini penyakit TB tidak tercapai. Keberadaan penyakit TB sebagai salah satu penyakit yang mematikan dan menular dan tingkat kematian penderita sangat tinggi mengingat target eliminasi bebas TB nasional tahun 2050 dan bebas TB untuk ngawi tahun 2035.

Loading...

Sementara jaswadi selaku kasi P3N dinkes ngawi capaian deteksi dini penyakit TB relatif kecil karena faktor lambatnya deteksi dini penyakit TB, memang sulit untuk didiaknosa lama dari pasien meski demikian pihaknya optimis dengan gerakan aksi donor darah yang di motori gubernur jatim dan bupati ngawi bisa memberikan solusi menambah target deteksi dini terhadap penyakit TB untuk kedepanya dan agar masyarakat ngawi untuk tahun kedepanya bisa bebas dari penyakit TB yang bisa membunuh dan menularkan penyakit. (NO3rita)

0Shares