0Shares

Pesawat tanpa awak (UAV) sudah menjadi kebutuhan dalam semua bentuk operasi militer di ketiga matra.

Seperti yang dilakukan Angkatan Laut Australia (RAN), telah menyelesaikan sejumlah verifikasi untuk mengesahkan UAV jenis helikopter Schiebel S-100 Camcopter untuk beroperasi di kapal perang.

Verifikasi dilakukan di tengah desakan dari program Navy Minor Project (NMP) 1942 yang mencari guna melengkapi RAN dengan kemampuan UAV.

AL Australia saat ini mengoperasikan S-100 UAV yang dikembangkan oleh Navy UAS Unit (NUU) di HMAS Albatross untuk evaluasi awal.

Unit dipinjamkan oleh Schiebel sambil menunggu pengiriman dan evaluasi varian bahan bakar berat S-100, terbatas pada uji coba di darat karena didukung oleh low flashpoint fuel.

Selama verifikasi, bahan bakar JP-5 digunakan S-100 saat menunjukka kemampuannya terbang hingga lebih 60 Nm dengan ketinggian di atas 10.000 kaki. Imej dikirim dari kamera Wescam MX-10. Verifikasi dilaksanakan di Jervis Bay Airfield di negara bagian New South Wales.

S-100 dikembangankan oleh Schiebel yang berbasis di Austria pada 2003 hingga 2005.

Dengan berat maksimum lepas landas (MTOW) 200 kg, S-100 mampu terbang selama enam jam. Kecepatan maksimumnya 220 km/jam dan ketinggian 5.500 meter (18.000 kaki).

Loading...

Jika dibutuhkan sesuai misi, S-100 bisa saja dilengkapi sensor optik. Sejumlah negara di antaranya Yordania, Pakistan, Jerman, Kanada, Brazil, AS, Mesir, China dan Malaysia, menjadi pengguna S-100. /beny adrian/lesat

0Shares